Rabu, 22 Mei 2013

     


       mentari mulai kembali keperaduannya, sang gagah itu telah berinsut kebelahan bumi yang lain, memberikan cayaha, harapan, dan kesmpatan baru, bukan hanya untuk engkau, dia ,kita, atau siapapun tapi untuk semua, tak terkecuali kepada semut, lebah yang mencari madu, kupu-kupu yang saling berkejaran.. memeng begitulah semua mendapat kesempatan, tak terkecuali. orang buta pun dapat, semua berkat yang menciptakan mentari, bukan hanya mentari tetapi semua dialah yang menciptakan.
      sore itu menjelng magrib, ketika semua orang telah kembali tempat dari rutinitas mereka, tempat kerja, sekolah, ladang, perternakan. dan saat itu juga anak-anak telah ramai memakai sarung kedodoran, lucu sekali melihat anak-anak itu, lihatlah satu, dua, tiga anak saling tarik dan ada pula yang menangis karena tidak bisa memakai kembali sarungnya. mengadu kepada bapak beliau bahwa temannya ada yang jahil, berharap mendapatkan perlindungan, dan agar temanya tidak usil kembali.
      terdengarlah suara adzan dari masjid setempat, suara serak khas orang tua, tetapi tetap berwibawa, menglunkan nama sang pencipta, mengajak agar orang berbondong datang ke masjid kecil desa nan indah itu. anak-anak yang palin pertama-tama datang entah dengan alasan apa para orang justru datang belakang.
entahlah cuma mereka yang tahu, tetapi tidak apa setidaknya mereka datang. untuk memenuhi kewajiban kepada sang pencipta.